Leadership Development: Cara Menyiapkan Talenta Internal Menjadi Pemimpin Masa Depan
Future leader tidak harus selalu direkrut dari luar. Leadership development membantu perusahaan mengenali, mengembangkan, dan mempersiapkan talenta internal untuk tanggung jawab yang lebih besar.

Perusahaan dapat membeli teknologi baru, membuka cabang, menambah produk, dan memperbesar target bisnis. Namun ada satu kebutuhan yang tidak bisa disiapkan dalam semalam: pemimpin berikutnya. Ketika organisasi berkembang, kebutuhan terhadap orang yang mampu mengambil keputusan, memimpin tim, menyelesaikan masalah, dan menerima tanggung jawab lebih besar ikut meningkat. Karena itu, perusahaan tidak seharusnya baru memikirkan leadership development ketika posisi manager sudah kosong. Pemimpin masa depan perlu dipersiapkan jauh sebelum mereka dibutuhkan. Salah satu pendekatan yang semakin penting adalah mengembangkan talenta yang sudah berada di dalam perusahaan, kemudian memberikan pengalaman dan pengembangan yang sesuai dengan kesiapan masing-masing individu.
Belajar dari PT Multi Power Abadi: Menyiapkan Pemimpin dari Dalam
PT Multi Power Abadi Surabaya baru-baru ini menjalankan program upgrading karyawan sebagai bagian dari pengembangan sumber daya manusia. Kegiatan yang digelar pada 11 September 2026 tersebut diikuti sekitar 20 karyawan dan berfokus pada penguatan motivasi, mindset, karakter, serta kemampuan kepemimpinan. Menurut pimpinan perusahaan, Mario Mariadi, pertumbuhan perusahaan perlu berjalan bersama dengan pertumbuhan orang-orang di dalam organisasi. Karyawan perlu diberikan ruang untuk meningkatkan kompetensi sekaligus mempersiapkan diri menerima tanggung jawab yang lebih besar. Pendekatan tersebut membawa satu pesan penting: pertumbuhan bisnis membutuhkan pertumbuhan manusia di belakangnya.
Apa Itu Leadership Development?
Leadership development adalah proses terencana untuk membangun kemampuan seseorang agar semakin siap menjalankan tanggung jawab kepemimpinan. Prosesnya tidak terbatas pada leadership training. Training hanyalah salah satu bagian. Leadership development juga dapat mencakup assessment, coaching, mentoring, project assignment, rotasi pekerjaan, exposure lintas fungsi, hingga pemberian tanggung jawab yang lebih besar secara bertahap. Tujuannya adalah membuat calon leader berkembang melalui kombinasi pemahaman diri, peningkatan kemampuan, dan pengalaman nyata. Karena pada praktiknya, kepemimpinan tidak terbentuk hanya dengan mengetahui teori mengenai leadership. Seseorang juga perlu belajar bagaimana membuat keputusan ketika situasi tidak ideal, menghadapi perbedaan dalam tim, memberikan feedback, dan mempertanggungjawabkan hasil.
Mengapa Perusahaan Perlu Mengembangkan Talenta Internal?
Recruitment eksternal tetap diperlukan ketika perusahaan membutuhkan kemampuan yang belum tersedia di dalam organisasi. Namun perusahaan sebaiknya tidak mengabaikan talent yang sudah dimiliki. Karyawan internal mempunyai satu keuntungan penting: mereka telah mengenal bisnis. Mereka memahami proses kerja, kultur organisasi, customer, rekan kerja, serta dinamika yang tidak selalu terlihat oleh kandidat dari luar. Selain itu, kesempatan berkembang dapat menjadi sinyal bahwa perusahaan memiliki jalur karier yang nyata. Ketika karyawan melihat bahwa posisi leadership juga dapat diisi melalui pertumbuhan internal, mereka memiliki alasan lebih kuat untuk meningkatkan kemampuan dan mengambil tanggung jawab. Karena itu, pengembangan talent internal bukan hanya soal mengisi jabatan kosong. Ia juga berkaitan dengan continuity, engagement, dan leadership pipeline.
Karyawan Berkinerja Tinggi Belum Tentu Siap Menjadi Leader
Salah satu tantangan terbesar leadership development adalah menentukan siapa yang perlu dipersiapkan. Perusahaan sering menggunakan performance sebagai indikator utama. Karyawan paling produktif dianggap paling pantas dipromosikan. Padahal performance dan leadership potential tidak selalu sama. Seorang individual contributor dapat sangat kuat karena mampu menyelesaikan pekerjaannya sendiri dengan cepat dan akurat. Saat menjadi manager, ukuran keberhasilannya berubah. Ia harus mampu membuat orang lain bekerja efektif, menentukan prioritas, menyelesaikan konflik, memberikan arahan, dan mengambil keputusan untuk kepentingan tim. Karena itu, leadership development perlu dimulai dengan memahami potential dan readiness, bukan hanya performance masa lalu.
Leadership Development Tidak Bisa One Size Fits All
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah memberikan program pengembangan yang sama kepada semua calon leader. Padahal gap setiap orang berbeda. Kandidat A mungkin sudah memiliki kemampuan strategic thinking yang baik, tetapi kesulitan mengelola orang. Kandidat B sangat kuat dalam interpersonal relationship, tetapi masih membutuhkan pengembangan dalam problem solving dan decision making. Kandidat C mungkin memiliki kemampuan yang baik, tetapi belum cukup stabil ketika menghadapi tekanan. Jika ketiganya masuk ke program yang sama tanpa diagnosis awal, materi yang diberikan belum tentu menjawab kebutuhan sebenarnya. Leadership development akan menjadi lebih efektif ketika perusahaan mengetahui: siapa yang dikembangkan, untuk posisi apa, dan kemampuan apa yang perlu diperkuat.
Assessment Sebelum Training: Apa yang Perlu Diukur?
Assessment dapat digunakan sebagai titik awal sebelum perusahaan menentukan program leadership development. Tujuannya bukan untuk menentukan siapa yang “bagus” atau “buruk”. Assessment membantu melihat profil seseorang secara lebih menyeluruh. Beberapa area yang relevan antara lain potential abilities, kemampuan berpikir, problem solving, pola karakter, gaya komunikasi, leadership tendency, resilience, serta kecocokan dengan posisi yang dituju. Dalam pendekatan Personix, misalnya, assessment dapat digunakan untuk memetakan potential abilities pada area technical, leadership, dan organizational. Cognitive assessment dapat melihat kapasitas analisis dan belajar, sementara Character Quotient membantu membaca pola kerja, komunikasi, karakter leadership, serta potensi risiko perilaku. Data tersebut membuat development program lebih terarah.
Training Tidak Harus Menjadi Jawaban untuk Semua Gap
Setelah assessment dilakukan, perusahaan dapat menentukan intervensi berdasarkan kebutuhan. Jika gap utama berada pada knowledge atau skill tertentu, training dapat menjadi solusi. Jika seseorang memahami teori tetapi kesulitan menerapkannya dalam konteks kerja, coaching mungkin lebih sesuai. Jika kandidat membutuhkan perspective dari leader yang lebih senior, mentoring dapat menjadi pilihan. Sementara kandidat yang membutuhkan pengalaman langsung dapat diberikan stretch assignment, project leadership, rotasi, atau tanggung jawab lintas fungsi. Dengan demikian, perusahaan tidak lagi menggunakan pendekatan: “Semua calon leader ikut training yang sama.” Pendekatannya berubah menjadi: “Pengalaman pengembangan apa yang paling dibutuhkan orang ini untuk siap ke level berikutnya?”
Karakter Menjadi Bagian Penting dalam Kesiapan Memimpin
Program upgrading PT Multi Power Abadi tidak hanya menekankan kemampuan teknis. Program tersebut juga menempatkan motivasi, mindset, karakter, adaptability, dan leadership readiness sebagai bagian dari pengembangan karyawan. Hal ini penting karena leadership bukan hanya persoalan skill. Dua orang dapat mengetahui teknik komunikasi yang sama tetapi bereaksi sangat berbeda ketika menghadapi tekanan. Ada orang yang semakin tegas ketika situasi sulit. Ada yang menjadi terlalu dominan. Ada yang justru menghindari konflik. Karakter membantu perusahaan memahami pola yang cenderung muncul ketika seseorang menjalankan tanggung jawab. Karena itu, leadership development sebaiknya tidak hanya meningkatkan apa yang seseorang bisa lakukan, tetapi juga memahami bagaimana ia cenderung bertindak.
Berikan Kesempatan Memimpin Sebelum Memberikan Jabatan
Seseorang tidak harus menunggu menjadi manager untuk mulai belajar memimpin. Perusahaan dapat menciptakan leadership experience dalam skala yang lebih kecil. Karyawan potensial dapat diberikan kesempatan memimpin project, mengoordinasikan tim kecil, menjadi PIC suatu inisiatif, melakukan presentasi kepada management, atau menangani persoalan lintas fungsi. Dari pengalaman tersebut, perusahaan memperoleh dua manfaat. Pertama, kandidat mendapatkan kesempatan belajar dalam situasi nyata. Kedua, organisasi mendapatkan bukti tambahan mengenai bagaimana orang tersebut berperilaku ketika diberi tanggung jawab. Leadership development dengan demikian tidak hanya berada di ruang kelas. Sebagian besar pembelajaran justru dapat muncul ketika seseorang harus menggunakan kemampuannya untuk menyelesaikan masalah nyata.
Dari Program Upgrading Menjadi Leadership Pipeline
Program upgrading merupakan langkah yang baik. Namun manfaatnya akan semakin besar ketika tidak berdiri sebagai kegiatan satu kali. Perusahaan dapat menghubungkannya dengan talent management yang lebih panjang. Setelah program dilakukan, peserta dapat dipetakan berdasarkan readiness. Ada orang yang sudah relatif siap dan dapat dimasukkan ke kategori Ready Now. Ada yang memiliki potensi kuat tetapi masih membutuhkan pengembangan atau Ready with Development. Ada pula individu yang menunjukkan Future Potential untuk jangka lebih panjang. Dalam model assessment Personix, talent mapping dapat digunakan untuk memvisualisasikan talent pool berdasarkan kategori readiness, sekaligus melihat abilities gap dan risk indicator yang perlu diperhatikan. Dengan begitu, leadership development mulai membentuk pipeline.
Bagaimana Mengukur Keberhasilan Leadership Development?
Keberhasilan program leadership development sebaiknya tidak hanya diukur dari jumlah peserta atau kepuasan setelah training. Pertanyaan yang lebih penting adalah apakah terjadi perubahan setelah program selesai. Apakah peserta mampu menerima tanggung jawab yang lebih besar? Apakah gap kompetensi berkurang? Apakah lebih banyak posisi managerial dapat diisi talent internal? Apakah kandidat yang dikembangkan menunjukkan peningkatan readiness? Apakah kualitas keputusan dan kemampuan mengelola tim meningkat? Perusahaan juga dapat melakukan assessment ulang setelah periode pengembangan tertentu untuk membandingkan progres. Dengan pendekatan ini, leadership development berubah dari kegiatan HR menjadi proses yang mempunyai indikator keberhasilan lebih jelas.
Leadership Development Perlu Terhubung dengan Kebutuhan Posisi
Tujuan mengembangkan seseorang bukan membuat seluruh peserta memiliki gaya leadership yang sama. Tujuannya adalah mempersiapkan orang untuk menjalankan peran yang dibutuhkan organisasi. Karena itu, development sebaiknya terhubung dengan job requirement. Dalam Personix, data assessment dapat dikombinasikan dengan kriteria jabatan untuk menghasilkan Job Fit atau Fit Score Analysis. Pendekatan ini membantu melihat tingkat kecocokan individu terhadap suatu posisi dan dapat digunakan sebagai bahan keputusan placement, promotion, maupun succession. Informasi ini penting karena seseorang dapat memiliki potensi leadership, tetapi belum tentu paling cocok untuk setiap leadership role. Leader Sales, Operations, Finance, dan Creative dapat membutuhkan kombinasi kemampuan yang berbeda.
Menyiapkan Pemimpin Sebelum Perusahaan Membutuhkannya
Pengalaman PT Multi Power Abadi menunjukkan satu arah yang relevan bagi banyak perusahaan: pengembangan manusia perlu berjalan bersama dengan pertumbuhan bisnis. Program upgrading memberikan ruang bagi karyawan untuk memperkuat karakter, mindset, motivation, adaptability, dan kemampuan leadership sebelum menerima tanggung jawab yang lebih besar. Namun perusahaan dapat membawa pendekatan tersebut satu langkah lebih jauh. Sebelum menentukan program development, petakan terlebih dahulu talent yang dimiliki. Kenali potential, kekuatan, leadership readiness, competency gap, dan kecocokan setiap kandidat dengan posisi berikutnya. Personix dapat digunakan untuk membantu proses assessment dan talent mapping tersebut sehingga development tidak hanya berdasarkan asumsi, tetapi pada kebutuhan individu dan kebutuhan role. Karena future leader tidak muncul secara tiba-tiba. Mereka dikenali, diuji, dikembangkan, diberikan pengalaman, lalu dipersiapkan sebelum organisasi benar-benar membutuhkan mereka.
Siapa yang Perlu Dipersiapkan Menjadi Leader Berikutnya?
Petakan potential, leadership readiness, abilities gap, karakter, dan job fit talent internal melalui Personix sebelum menentukan program pengembangan mereka.
Source: JurnalPost.com, 2026