Leadership8 min read

Pergantian CEO di Tengah Transformasi Bisnis: Pelajaran dari DOKU

Pergantian CEO tidak selalu terjadi karena perusahaan sedang bermasalah. Penunjukan Himelda Renuat sebagai CEO baru DOKU menunjukkan bagaimana leadership transition dapat berjalan bersamaan dengan perubahan strategi, ekspansi bisnis, dan kebutuhan organisasi memasuki fase pertumbuhan berikutnya.

PersonixSep 25, 2026
Pergantian CEO di Tengah Transformasi Bisnis: Pelajaran dari DOKU

Pergantian CEO sering langsung diasosiasikan dengan krisis, penurunan performa, atau perubahan besar yang tidak berjalan sesuai rencana. Padahal dalam banyak organisasi, leadership transition juga dapat terjadi justru ketika perusahaan sedang memasuki fase pertumbuhan dan strategi baru.

Pada 24 September 2026, DOKU mengumumkan penunjukan Himelda Renuat sebagai Chief Executive Officer DOKU sekaligus Head of Antom Indonesia. Himelda merupakan salah satu pendiri DOKU dan sebelumnya menjabat sebagai Chief Marketing Officer. Ia melanjutkan kepemimpinan dari Chris Yeo, yang telah menjabat sebagai CEO DOKU sejak 2022 dan kini mengambil peran sebagai Head of Antom Filipina. Radar Surabaya

Pergantian tersebut terjadi ketika DOKU juga memperkuat kolaborasinya dengan Antom, layanan pembayaran dan digitalisasi merchant milik Ant International. DOKU bahkan memperkenalkan identitas “DOKU by Antom”, sementara perusahaan tetap beroperasi menggunakan nama dan lisensi yang dimiliki saat ini. Radar Surabaya

Konteks ini membuat transisi leadership DOKU menarik untuk dibaca bukan hanya sebagai pergantian orang, tetapi sebagai bagian dari perubahan fase bisnis.

Leadership transition yang baik bukan hanya mencari orang yang mampu mengisi posisi lama, tetapi memastikan pemimpin berikutnya sesuai dengan arah bisnis yang sedang dituju.

Ketika Strategi Berubah, Leadership Requirement Juga Bisa Berubah

Setiap fase pertumbuhan membutuhkan jenis leadership yang berbeda.

Perusahaan yang masih berada pada tahap awal mungkin membutuhkan founder yang sangat entrepreneurial, cepat mengambil keputusan, dekat dengan customer, dan mampu membangun sesuatu dari nol. Ketika bisnis mulai membesar, kebutuhan dapat bergeser menjadi kemampuan membangun struktur, mengembangkan leadership team, meningkatkan operational discipline, hingga mengelola stakeholder yang semakin kompleks.

Ketika perusahaan kemudian memasuki tahap ekspansi regional, strategic partnership, atau integration dengan ekosistem global, tuntutannya kembali berubah.

Itulah yang membuat succession atau pergantian CEO tidak seharusnya hanya dimulai dari pertanyaan “Siapa orang terbaik yang tersedia?” Organisasi perlu lebih dulu memahami apa yang dibutuhkan perusahaan pada fase berikutnya.

Dalam kasus DOKU, Himelda tidak hanya memegang peran CEO. Ia juga menjadi Head of Antom Indonesia, sehingga tanggung jawabnya mencakup pengembangan fase pertumbuhan DOKU sekaligus penguatan bisnis Antom di Indonesia. DOKU menyebut pengalaman Himelda di pasar lokal akan dikombinasikan dengan kapabilitas regional dan global Antom untuk membuka peluang lebih luas bagi merchant Indonesia. Radar Surabaya

Artinya, role CEO berikutnya perlu dibaca dalam konteks strategi tersebut, bukan hanya berdasarkan struktur organisasi sebelumnya.

Kandidat Internal Membawa Context yang Sulit Dibangun secara Instan

Penunjukan Himelda juga memperlihatkan salah satu keunggulan internal succession: organizational context.

Sebagai co-founder DOKU dan sebelumnya CMO, Himelda telah memiliki pengalaman panjang terhadap perjalanan perusahaan, market, customer, brand, serta perkembangan bisnis DOKU. Ketika seseorang telah berada cukup lama di dalam sistem, ia tidak memulai dari titik nol dalam memahami mengapa organisasi mengambil keputusan tertentu.

Namun keunggulan kandidat internal tidak berarti bahwa siapa pun yang sudah lama berada di perusahaan otomatis menjadi successor terbaik.

Perusahaan tetap perlu menilai beberapa hal:

  1. Kesesuaian dengan future role
    Apakah pengalaman dan capability kandidat relevan dengan tuntutan posisi pada fase bisnis berikutnya?

  2. Leadership readiness
    Apakah kandidat sudah siap memimpin dengan scope, stakeholder, dan complexity yang lebih besar?

  3. Strategic exposure
    Apakah kandidat sudah cukup terlibat dalam keputusan yang berdampak lintas fungsi dan jangka panjang?

  4. Development gap
    Area apa yang masih perlu diperkuat agar kandidat dapat menjalankan tanggung jawab berikutnya secara efektif?

Dengan pendekatan tersebut, internal succession tidak berubah menjadi sekadar memilih orang yang paling senior atau paling lama bekerja.

Dari CMO Menjadi CEO: Role Baru Membutuhkan Cara Berpikir yang Lebih Luas

Perpindahan dari posisi functional leader menuju CEO bukan hanya kenaikan jabatan.

Scope-nya berubah.

Seorang CMO dapat sangat fokus pada customer, market, brand, dan growth. Seorang CEO perlu melihat keseluruhan organisasi, termasuk operation, finance, technology, people, risk, partnership, regulatory environment, serta arah strategis secara menyeluruh.

Karena itu, ketika seseorang dipromosikan ke level executive yang lebih tinggi, perusahaan perlu melihat apakah capability-nya juga sudah berkembang melampaui fungsi asalnya.

Dalam kasus DOKU, Himelda memasuki posisi CEO pada saat perusahaan memperluas sinergi dengan Antom dan 2C2P, memperkuat merchant network, serta menyiapkan layanan yang lebih luas untuk kebutuhan pembayaran lokal maupun lintas negara. Radar Surabaya

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa CEO baru tidak hanya perlu memahami satu fungsi. Ia harus mampu menghubungkan local market understanding dengan regional opportunity, sekaligus menjaga organisasi tetap bergerak searah.

Inilah mengapa promotion ke posisi executive sebaiknya tidak hanya melihat:

“Apakah orang ini hebat di pekerjaannya sekarang?”

Pertanyaan yang lebih penting adalah:

“Apakah kemampuan orang ini sesuai dengan tuntutan role berikutnya?”

CEO Transition Berjalan Bersamaan dengan Business Transformation

Hal menarik lainnya adalah pergantian CEO DOKU tidak berdiri sendiri.

DOKU sedang memperkuat kerja sama dengan Antom, meningkatkan integrasi dengan jaringan merchant global, mempererat kolaborasi dengan 2C2P, serta menjajaki pengembangan layanan multi-currency, cross-border payment, financing, dan treasury management. Radar Surabaya

Menuju 2027, perusahaan juga menyatakan akan memperluas jangkauan ke berbagai industri dan kanal pembayaran baru, memperkuat hubungan dengan merchant, serta mendukung lebih banyak bisnis Indonesia melakukan transaksi lintas negara. PT Nusa Satu Inti Artha (DOKU)

Transisi leadership dalam situasi seperti ini membutuhkan alignment yang lebih kuat dibandingkan ketika perusahaan berada dalam fase stabil. Pemimpin baru perlu memahami apa yang harus dipertahankan, apa yang perlu diperluas, dan area mana yang perlu mengalami perubahan.

Karena itu, leadership transition dan business strategy seharusnya tidak dibahas secara terpisah.

Succession yang Baik Tidak Berarti Seluruh Leadership Lama Harus Pergi

Pergantian CEO kadang dianggap identik dengan mengganti orang-orang di sekelilingnya. Padahal leadership transition dapat berlangsung dengan berbagai bentuk.

Dalam kasus DOKU, Chris Yeo tidak keluar dari ekosistem secara keseluruhan. Setelah memimpin DOKU sejak 2022, ia kini mengambil tanggung jawab sebagai Head of Antom Filipina. Radar Surabaya

Hal ini memberikan gambaran bahwa perpindahan executive juga dapat menjadi bagian dari broader talent deployment.

Seseorang yang selesai menjalankan satu role belum tentu kehilangan value bagi organisasi atau grup. Capability dan pengalaman yang dimiliki dapat digunakan pada market, function, atau business challenge yang berbeda.

Dalam talent management, prinsip ini penting karena career movement tidak selalu harus dibaca sebagai naik atau turun. Kadang keputusan terbaik justru berupa reassignment ke role yang lebih sesuai dengan kebutuhan organisasi berikutnya.

Leadership Transition Perlu Melihat Role Fit, Bukan Hanya Track Record

Track record tetap penting, tetapi pengalaman masa lalu tidak otomatis menjamin seseorang cocok dengan seluruh posisi berikutnya.

Pada level executive, organisasi perlu menghubungkan dua sisi: profil orang dan tuntutan role.

Personix menggunakan pendekatan yang membantu perusahaan memetakan potential, abilities, leadership readiness, dan job fit sebagai dasar tambahan untuk keputusan promotion, rotation, maupun succession.

Untuk posisi strategis, pertanyaan yang perlu dijawab tidak hanya apakah seseorang capable secara umum, tetapi juga apakah ia memiliki kombinasi capability yang dibutuhkan untuk role tertentu.

Misalnya, dua executive dapat sama-sama berpengalaman tetapi memiliki strength yang berbeda. Satu orang mungkin sangat kuat dalam operational execution, sementara lainnya lebih kuat dalam transformation dan stakeholder management.

Yang perlu dicari bukan siapa yang “lebih bagus” secara universal.

Yang perlu dicari adalah siapa yang paling relevan dengan kebutuhan role dan strategi perusahaan saat ini.

Promotion Harus Diikuti dengan Perubahan Scope dan Authority

Ada risiko lain dalam internal promotion: jabatannya berubah, tetapi scope dan authority sebenarnya tidak ikut berubah.

Seseorang diberi title CEO, Director, atau Head, tetapi keputusan strategis tetap harus menunggu pihak lain. Akibatnya, accountability bertambah tanpa decision authority yang memadai.

Leadership transition karena itu perlu memperjelas tiga hal:

  1. Apa keputusan yang kini menjadi responsibility pemimpin baru?

  2. Authority apa yang benar-benar berpindah?

  3. Di area mana alignment dengan board atau parent organization tetap diperlukan?

Kejelasan ini menjadi semakin penting ketika leadership structure terhubung dengan strategic partnership atau organisasi regional, seperti posisi Himelda yang sekaligus menjadi Head of Antom Indonesia.

Role clarity membantu perusahaan mencegah overlap, shadow authority, atau situasi ketika team tidak memahami siapa yang memiliki keputusan akhir.

Pemimpin Baru Juga Membutuhkan Kepercayaan dari Organisasi

Succession tidak berhenti ketika surat pengangkatan ditandatangani. Pemimpin baru perlu membangun legitimacy. Untuk kandidat internal, proses ini mungkin lebih mudah karena organisasi sudah mengenal dirinya. Namun perubahan scope dapat mengubah hubungan kerja.

Orang yang sebelumnya merupakan functional peer dapat menjadi direct report. Rekan kerja dapat berubah menjadi bagian dari leadership team yang harus diarahkan. Keputusan yang sebelumnya hanya berpengaruh pada satu function kini berdampak pada seluruh organisasi.

Karena itu, transition period tetap diperlukan untuk membangun alignment, memperjelas expectation, serta memastikan leadership team memahami arah baru.

Dalam situasi transformation, komunikasi menjadi semakin penting karena karyawan tidak hanya menghadapi perubahan pemimpin tetapi mungkin juga menghadapi perubahan struktur, partnership, product direction, atau cara kerja.

Succession Planning Harus Mengikuti Future Business Requirement

Salah satu pelajaran penting dari pergantian CEO DOKU adalah bahwa succession planning tidak dapat berdiri terpisah dari strategy planning.

Jika perusahaan mengetahui akan melakukan ekspansi regional dalam tiga tahun ke depan, calon leader perlu mendapatkan exposure internasional lebih awal. Jika perusahaan akan menjalankan digital transformation, pipeline talent perlu memiliki kemampuan transformation dan technology literacy. Jika business model akan berubah, executive assessment perlu melihat capability yang relevan terhadap model baru tersebut.

Personix membantu organisasi memetakan potential, leadership readiness, abilities gap, dan job fit agar succession pipeline dapat dibangun sebelum kebutuhan menjadi mendesak.

Dengan begitu, perusahaan tidak hanya memiliki daftar nama pengganti, tetapi memahami siapa yang dapat dikembangkan untuk kebutuhan bisnis berikutnya.

Pergantian CEO Tidak Selalu Berarti Ada Masalah

Pergantian pemimpin sering terlalu cepat dibaca sebagai sinyal negatif. Padahal leadership transition dapat menjadi bagian normal dari organizational evolution.

Dalam kasus DOKU, pergantian CEO terjadi bersamaan dengan penguatan investasi dan kolaborasi Antom, rebranding menjadi DOKU by Antom, serta agenda ekspansi menuju 2027. DOKU menyatakan fokusnya tetap mendukung pertumbuhan bisnis Indonesia melalui layanan pembayaran sambil memperluas jangkauan industri, kanal pembayaran, dan transaksi lintas negara. Radar Surabaya

Konteks tersebut menunjukkan bahwa perubahan leadership dapat menjadi bagian dari penyesuaian antara orang, strategi, dan struktur organisasi.

Bagi perusahaan lain, pertanyaan yang relevan bukan hanya “Siapa CEO berikutnya?”, tetapi juga apakah role CEO sudah didefinisikan berdasarkan kebutuhan bisnis masa depan, apakah kandidat telah mendapatkan exposure yang cukup, apakah leadership readiness sudah dinilai, dan apakah struktur authority sudah disiapkan sebelum transisi terjadi.

Succession yang kuat bukan sekadar memastikan kursi tidak kosong. Succession memastikan orang yang mengambil kursi tersebut memiliki capability yang sesuai dengan fase bisnis berikutnya.

Ketika hal ini dilakukan dengan baik, leadership transition tidak hanya menjaga continuity, tetapi juga dapat membantu organisasi memasuki tahap pertumbuhan berikutnya dengan lebih siap.

Strategi Bisnis Berubah. Apakah Leadership Team Anda Masih Fit?

Petakan leadership readiness, role fit, potential, competency gap, dan succession pipeline bersama Personix untuk membantu perusahaan menentukan siapa yang siap menerima tanggung jawab berikutnya dan siapa yang masih perlu dikembangkan.

Petakan Leadership Readiness

Source: Radar Surabaya, 2026